Pages

Sunday, May 24, 2009

Jam Antik ooh... Jam Antik

Jam Antik, sekali lagi Jam Antik


Tulisan ini ditulis atas dasar menurut pendapat pribadi dan hati saya, juga berdasarkan beberapa referensi.


Menurut saya jam antik adalah jam yang memiliki model khas yang sudah cukup berumur dan sudah tidak diproduksi lagi oleh brand jam tersebut di masa kini.


Namun, bila sebuah jam yang baru berumur 1 atau 2 tahun, namun sudah tidak diproduksi lagi dan sudah habis terjual di pasaran, apakah ini dapat dikategorikan jam antik...?


Menurut saya ini tergolong jam ‘rare’ atau dengan kata lain jam ‘limited edition’ yang jarang atau sudah sulit ditemukan secara baru dan bila diminati untuk dimiliki harus diakuisisi secara ‘second hand’ atau mencarinya harus dalam kondisi bekas pakai (pre owned watch).


Memelihara jam antik agak susah-susah gampang alias tidak semudah memelihara jam baru tentunya.. Beberapa jam antik yang karena usianya yang sudah cukup berumur (bisa puluhan tahun), ini yang menyebabkan kita harus selektif dalam mengakuisisi jam antik tersebut.Karena mungkin saja, dial yang sudah sangat ‘aging’, kondisi casing yang tidak baik, movement yang kurang baik (timing kadang kecepatan atau kelambatan).


Beberapa kali memelihara jam antik, tidak jarang harus bolak-balik ke tempat servis jam untuk diperbaiki, baik dari sisi movement, casing atau yang lainnya. Hal ini menurut saya merupakan salah satu “seni” nya dan merupakan bagian dari mencintai jam antik. Jadi tidak jarang, kadang seminggu 3 kali, bolak-balik ke tempat servis. Dan merupakan kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bila jam antik tersebut secara overall dapat berfungsi menjadi normal kembali.
Mendapatkan jam antik dalam kondisi baik, New Old Stok (NOS), kondisi ‘mint’, merupakan ‘rejeki’ bagi yang mengakuisisinya dan tentunya dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan tipe jam yang sama tapi kondisinya tidak baik.


Berikut adalah salah satu tempat servis jam di daerah Batu Ceper – Jakarta.

Secara professional Pak Ayut beserta anak-anaknya (Rian dan Heru) menservis jam-jam kesayangan para clientnya.


Sebagai informasi kepada pecinta Blog http://koleksijammaximus.blogspot.com Nomor Handphone yang bisa dihubungi : Pak Ayut – 0852 179 047 47 dan anaknya Rian – 0813 885 85554 – 0813 159 29 772

Di kios atau tempat usaha Pak Ayut ini... beliau biasa menangani servis jam dari jam-jam quartz, replika, jam-jam mechanical dari brand-brand biasa sampai jam branded sekalipun seperti Seiko, Omega, Rolex bahkan sampai brand Patek.....

Pak Ayut ..'in action'.....
Satu lagi tempat favorit saya untuk menservis jam antik adalah di Kios Bang Ray (021-927 03865), di bilangan ITC Kuningan (Sebelah Mal Ambassador), yaitu dengan'service man' :
Pak Ijul (021 – 366 35 665).

Mohon maaf saya belum memiliki foto dari kios ini... Next nya akan saya update dengan foto-fotonya.
Nah... berikut adalah janji saya untuk menampilkan foto-foto seputar kios Bang Ray dengan service man - nya : Pak Ijul.....
Pak Ijul ...'in action'

Kehandalannya jangan diragukan lagi...
Beberapa teman-temans kolektor di Jakarta dan dari luar kota pun datang ke tempat ini juga untuk menservis jam antik kesayangannya...
Di Kios Bang Ray ini menjual barang-barang jadul... seperti kacamata, ballpoint, korek api (dari Zippo, Ronson sd Dupont) dan salah satunya adalah jam-jam antik.
Dibawah ini adalah kumpulan jam-jam antik di Kios Bang Ray.....
Mau di 'borong' semuanya...? boleh... :-)
Beberapa kolektor daerah pun datang ke tempat ini untuk menservis 'jam antik' kesayangan yang berhasil ditemukan...
Dan yang membelakangi layar.... memakai baju hitam.. (berdiri disebelah kiri)..... adalah salah satu Sahabat kolektor saya....

Jam-jam antik yang saya dapatkan, beberapa saya dapatkan dari hasil penawaran sahabat-sahabat kolektor jam dan juga dari penawaran orang melalui fasilitas email.

Jarang saya dapatkan jam-jam antik tersebut hasil dari hunting sendiri di Jakarta ini.


Sepengetahuan saya dan berdasarkan referensi dari teman-teman sahabat kolektor, untuk hunting-hunting jam antik, bisa mencari / hunting di daerah Batu Ceper (Pedagang jam antik dan batu cincin), Kios Bang Ray (Semi Basement – dekat AW - ITC Kuningan – Sebelah Mal Ambassador), Senen (Kembang Sepatu dan sekitarnya), di daerah Jatinegara (Jembatan Hitam dan sekitarnya) dan di daerah Taman Puring.


Pernah saya coba hunting sendiri dan saya dapatkan beberapa jam antik yang masih baik yaitu di daerah Bandung (daerah ABC), Semarang (Pasar Johar dan Toko Jam Gloria – Simpang Lima, banyak menjual jam-jam lama tapi kondisi baru (NOS) dan masih bersegel).


Pada waktu tugas ke Semarang, di pasar Johar pernah saya dapatkan jam Bulova yang masih sangat baik kondisinya dan jam tersebut saya berikan ke rekan kerja satu kantor dengan saya (Sahabat), pada saat dia mengajukan 'resignation'...


Sekali lagi.... Jam-jam antik kadang memerlukan sentuhan servis. Dan sekali lagi namanya juga jam antik. Yang sudah berusia / berumur mungkin lebih tua dari pada kita yang mengakuisisinya. Kadang dalam mengakuisisi jam antik atau dapat dikatakan ‘pre owned’ watch, kita memiliki resiko dalam hal harus bolak-balik ke tempat servis.... Mungkin bezel yang putarannya los.... movement yang ngadat atau timing yang tidak akurat, dimana harus overhoul mesin atau ganti balance. Dan kadang hal ini saya anggap “cin cai’ dan memang merupakan bagian dari seni merawat jam antik, sekali lagi jam antik....


Dan sebagai alternatif, saat ini selain masih terus mengakuisisi 'jam antik', saya juga mengakuisisi beberapa jam baru atau “brand new watch”. Beberapa jam baru yang saya akuisisi, kadang 1 tipe jam saya akuisisi bisa beberapa unit : 2 sd 5 jam.

Karena memang model dan tipenya saya sukai sekali.

Oleh karena itu saya berani mengakuisisinya sampai beberapa item dengan tipe jam yang sama....Dan bagi pecinta Blog, http://koleksijammaximus.blogspot.com bila ada yang menyukai dalam “hati” jam-jam tersebut, bolehlah kita berbagi “hati” mencintai jam tersebut.



Terima kasih sudah membaca tulisan ini...










"Kebahagiaan terletak pada 'hati' yang bersyukur...."


Dan kebahagiaan itu datang ketika orang membuka tangan. Ada banyak kesempatan untuk memilih hidup bahagia. Hanya sedikit orang yang dapat menentukan sikap yang tepat ketika berjumpa dengan fakta kehidupan. Orang yang terus berusaha menjadi bahagia, pasti akan mengalami kebahagiaan. Jika mau, setiap orang bisa menjadi bahagia.

Mau....?



GBU,

Maximus