Jam tangan yang masih available, dapat dilihat dari foto yang berada di sebelah kanan, klik foto tersebut untuk detail dan deskripsi.

Menerima JUAL - BELI - TUKAR TAMBAH - JAM TANGAN ORIGINAL

CALL / WHATSAPP or SMS : Maximus +62811824879

( 24 hours open )

email : maximusak@yahoo.com

Instagram (ig) : maximuswatches

MaximusRadioControl

Wednesday, January 13, 2010

Jam Tangan – Arloji Sebagai Penghias Tangan – Asesoris atau Penunjuk Waktu...

Bagi kaum pria, apalagi yang ingin ditonjolkan sebagai pelengkap asesoris...? Mau pakai gelang emas... lebih terlihat fashion dan condong ke feminin.. Agar terlihat maskulin, salah satunya adalah memakai asesoris berupa jam tangan atau arloji.

Arloji disini saya bedakan menjadi dua, yaitu jam tangan baru dan jam tangan vintage alias jam tangan antik. Dan lebih spesifik lagi dengan movement mechanical manual winding dan automatic.

Agak menyimpang dari movement mechanical, jam tangan dengan tenaga batterai karena tidak ada unsur mechanical dan tentunya lebih anti shock daripada jam mechanical, tentunya jam tangan bertenaga batterai ini keakuratan waktu lebih stabil.

Namun sebagai pehobby jam tangan.. saya sendiri menanyakan.. mengapa jam tangan bertenaga batterai ini yang notabene keakuratannya lebih stabil... masih tetap menyenangi jam bermovement kan mechanical, baik itu manual wound dan automatic...? Salah satunya mungkin ada kepedulian dan perhatian kita terhadap jam dengan movement mechanical ini, seperti menggoyangkan jam ke kiri dan ke kanan, goyang ke atas dan bawah untuk jam mechanical automatic dan pada jama tangan mechanical manual winding memberikan perhatian dengan memutar crown, maximal 2 hari sekali.. Mungkin saja perhatian-perhatian seperti ini yang menimbulkan kedekatan ‘hati’ kita kepada jam tangan dengan movement mechanical dan automatic.

Untuk jam tangan baru, baik manual winding dan automatic tidak perlu diragukan lagi mengenai keakuratan waktu dibandingkan jam tangan antik yang mungkin usia jam tangan tersebut sudah puluhan tahun, bahkan mungkin lebih tua dari pada sepemakai jam tangan tersebut.

Pengalaman pribadi yang mungkin juga dilakukan oleh Anda sebagai pehobby jam tangan, memakai jam tangan antik, kadang kita ingin mengetahui keakuratan jam tangan antik yang sedang kita pakai (baca : tidak percaya keakuratan waktu terhadap jam yang kita pakai), yaitu dengan cara membandingkan dengan jam atau penunjuk waktu lainnya yang kita 'believe' seperti pada jam di handphone yang kita bawa atau pada penunjuk waktu lainnya yang kita lebih percayai, seperti dapat Anda kunjungi ke situs/website http://www.time.gov (lalu pilih zona negara/daerah) yang dapat menginformasikan jam dunia. Hal ini beberapa kali dilakukan untuk membandingkan, apakah jam manual winding / automatic yang kita pakai akurat.

Era tahun 2010 ini adalah era teknologi informasi yang sudah berkembang pesat dibandingkan di era tahun 1950, 1930 bahkan 1900 an.

Saat ini kita dapat mencocokan jam tangan kita ke piranti elektronik lainnya seperti handphone, jam digital, jam quartz dan juga jam pada Website tertentu yang dapat menginformasikan waktu dan akurasi jam saat ini.

Coba kita bayangkan dan mencoba flashback ke era tahun 1900 an atau mungkin dibawah tahun 1900, dimana piranti-piranti elektronik belum canggih. Di era tahun tersebut, jam tangan yang beredar adalah jam tangan dengan movement mechanical dan manual winding... Untuk mencocokan keakuratan waktu jam mechanical tersebut dengan dasar atau membandingkan dengan penunjuk waktu apa? Saya belum tahu jawabannya.... atau mungkin berpatokan dari Matahari.... ?

Mungkin ini salah dua nya bila saat ini kita mengagumi jam tangan antik yang masih berfungsi normal sebagai penunjuk waktu... sampai saat ini.

Jam tangan antik yang akurasinya + /- 1 sd 5 menit perharinya, masih saya anggap ‘cin cai’. Apalagi dengan memiliki beberapa jam tangan, tentunya 1 jam tangan hanya dipakai maximal 1 – 2 hari, lalu memakai jam tangan berikut nya.

Seperti jam tangan dibawah ini yang sudah berusia 33 tahun, namun akurasi nya per 7 hari = + 0,5 menit, jadi per hari nya = + 0,07 detik... Ini saya anggap sebagai asesoris maskulin dan sekaligus penunjuk waktu...


Akurasi jam di Website atau jam mana pun yang menjadi pembanding, apakah tidak memiliki deviasi akurasi....? Kalau ya... berarti jam mana yang paling akurat di dunia ini.... mmhh...

Jadi pilihan ada di Anda, mau jam tangan sebagai asesori pelengkap tangan saja atau sebagai penunjuk waktu yang akurat –rat...

Sekarang mari kita lihat pembanding dan akurasi jam tangan yang telah lahir di dunia ini...

Benchmark & Sertifikasi untuk Akurasi Jam Tangan

1. Geneva Seal



Diimplementasikan sejak tahun 1886, dengan 12 kriteria teknikal, Geneval Seal fokus hanya memperhitungkan "technical craftsmanship", finishing, dan estetika dari suatu mesin jam, sehingga kurang memperhitungkan akurasi waktu.

Jam tangan yang telah mendapat sertifikasi Geneva Seal adalah jam tangan yang memiliki mesin dengan finishing dan estetika yang baik, namun belum tentu tepat waktu (akurat).

2. COSC (Contrôle Officiel Suisse des Chronomètres)


COSC didirikan tahun 1973 dan memiliki 3 laboratorium di kota Biel/Bienne, Geneva dan Le Locle di Swiss. Untuk mendapat sertifikasi chronometer, keakuratan suatu mesin jam harus berada dalam jangkauan antara - 4 s/d + 6 detik per 24 jam untuk jam tangan pria dan - 5 / + 8 detik per 24 jam untuk jam tangan wanita. Mesin jam diukur secara terbuka dan belum terpasang didalam casing, dan diukur dalam 5 posisi berbeda selama 360 jam (15 hari).

COSC hanya memperhitungkan keakuratan waktu tanpa melihat "technical craftsmanship", finishing, dan estetika dari suatu mesin jam. Jadi suatu jam dengan sertifikasi COSC adalah jam yang cukup akurat dalam menunjukkan waktu, namun belum tentu memiliki mesin dengan finishing dan estetika yang baik.


3. Patek Philippe Seal

Patek Philippe baru saja meninggalkan Geneval Seal, dan sejak May 2009 mulai membuat seal sendiri untuk jam tangannya. Salah satu alasan Patek Philippe meningalkan Geneva Seal adalah karena banyak jam tangan yang walaupun telah mendapat sertifikasi Geneva Seal, namun tidak akurat dalam pengukuran waktunya. Dalam beberapa kasus, malahan terdapat banyak complain dengan kecenderungan jam tangan yang cepat rusak dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama sejak dibeli.

Patek Philippe Seal memadukan antara segi “technical craftsmanship”, finishing dan estetika dari suatu mesin jam seperti yang difokuskan oleh Geneval Seal, dengan ketepatan waktu seperti yang diukur oleh COSC.

Mesin jam diukur mula-mula secara terbuka dan tidak didalam casing, kemudian diukur juga ketika berada didalam casing dengan 6 posisi yang berbeda dan dengan menggunakan alat simulator kinetic. Ukuran akurasi final adalah sbb:

A) Caliber dengan diameter 20 mm atau lebih, keakuratan mesin jam harus berada dalam jangkauan - 3 s/d + 2 detik per 24 jam.

B) Caliber dengan diameter lebih kecil dari 20 mm, keakuratan mesin jam harus berada dalam jangkauan - 5 and + 4 detik per 24 jam

C) Jam tangan Patek Philippe dengan mesin tourbillon: Akurasi final harus berada dalam kisaran - 2 s/d + 1 detik per 24 jam.

Penyimpangan (deviasi) antara ukuran rata-rata pada 6 posisi yang berbeda dengan ukuran pada tiap-tiap posisi harus tidak lebih dari 4 detik per 24 jam.

Keakuratan ukuran untuk setiap jam tangan Patek Philippe dengan mesin tourbillon didokumentasikan dengan diterbitkannya sertifikat yang ditandatangani oleh si pembuat jam (watchmaker) dan disertakan dalam setiap penjualan jam tersebut.

Dapat dikatakan bahwa jam tangan yang mendapat sertifikasi Patek Philippe adalah jam tangan dengan finishing dan estetika mesin yang sangat indah sekaligus akurat dalam menunjukkan waktu. Saat ini hanya jam tangan Patek Philippe saja yang akan mendapatkan Patek Philippe Seal dan belum dipastikan apakah Seal ini juga dapat diberikan ke jam tangan merek lainnya.

4. Jaeger-LeCoultre Master Control 1000 Hours


Jaeger-LeCoultre atau sering disebut JLC memiliki sertifikasi sendiri yaitu Master Control 1000 hours yang diimplementasikan sejak 1992, dimana suatu mesin jam ditest ketika sudah terpasang lengkap didalam casing beserta jarum dan dialnya, layaknya jam tangan yang sudah selesai dibuat dan siap dijual.

Hal ini sangat berbeda dengan standar COSC yang hanya menguji mesin saja, sehingga kemungkinan terdapat perbedaan dalam hal akurasi waktu, ketika mesin sudah dipasang lengkap didalam casing.

Dengan Master Control 1000 Hours, jam tangan ditest selama 1000 jam atau sekitar 41.67 hari (COSC hanya 360 jam atau 15 hari)) dengan 6 posisi yang berbeda (COSC hanya 5 posisi).

Akurasi harus berada dalam kisaran - 1 s/d + 6 detik per 24 jam untuk jam tangan pria dan wanita (COSC – 4 / + 6 detik untuk jam tangan pria dan - 5 / + 8 detik untuk jam tangan wanita).

JLC juga melakukan test atas Power Reserve pada saat jam tangan digunakan secara aktif (heavy user) maupun pada saat jam tidak banyak digunakan secara aktif (low activity). COSC tidak melakukan test ini.

JLC juga melakukan test atas fungsi dan fininshing serta nilai estetika (keindahan) dari suatu mesin jam tangan, sedangkan COSC tidak melakukan test ini. JLC melakukan test benturan (knocking test) pada “balance” mesin jam sedangkan COSC tidak melakukan test ini.

Selain itu, JLC melakukan test atas Water Resistance dimana diwajibkan semua jam memiliki Water Resistant minimal 5 ATM atau 50 meter, sedangkan COSC tidak melakukan test ini karena test dilakukan oleh COSC pada saat mesin jam belum dipasang didalam casing.

Hal lain yang dilakukan oleh JLC adalah melakukan test ketahanan atas kejutan (Shock Resistance test) dengan 20,000 simulasi kejutan-kejutan kecil, hal mana tidak dilakukan oleh COSC.

JLC melakukan test ketahanan suhu (Resistance to thermal test) dengan standar variasi antara 4 derajat s/d 40 derajat Celcius (COSC 8 derajat s/d 38 derajat Celcius).

Kesimpulan :

  • Geneval Seal dengan 12 kriterianya yang ketat memberikan sertifikasi untuk mesin jam tangan dengan fokus hanya melihat pada “technical craftsmanship”, finishing dan estetika (nilai keindahan) dari mesin jam tersebut. Jam tangan dengan sertifikasi Geneva Seal dapat dipastikan memiliki mesin yang sangat halus fisihingnya dan indah, namun belum tentu tepat waktu.
  • COSC memberikan sertifikasi hanya dengan memperhitungkan keakuratan waktu saja tanpa peduli dengan finisihing dan keindahan mesin itu sendiri. Mesin dengan sertifikasi Chronometer dari COSC dapat dipastikan cukup akurat dalam menunjukkan waktu tetapi belum tentu memiliki finishing dan nilai estetika yang indah.
  • Patek Philippe Seal memadukan antara Geneva Seal dan COSC. Jam tangan dengan sertifikasi Patek Philippe Seal dapat dipastikan memiliki keakuratan waktu yang terjaga dan kualitas mesin dengan finishing dan nila estetika yang indah.
  • Jaeger-LeCoultre Master Control 1000 Hours dapat juga dikatakan memadukan antara Geneva Seal dan COSC. Jam tangan produksi Jaeger-LeCoultre dengan sertifikasi Master Control 1000 Hours dapat dipastikan memiliki keakuratan waktu yang sangat terjaga dan kualitas mesin dengan finishing dan nilai estetika yang baik pula.

Jam-jam kelas atas buatan German seperti Lange and Sohne dan Glashutte Original memiliki standar sertifikasi sendiri dengan dibentuknya fasilitas testing di Glashutte Observatory.