Jam tangan yang masih available, dapat dilihat dari foto yang berada di sebelah kanan, klik foto tersebut untuk detail dan deskripsi.
Menerima JUAL - BELI - TUKAR TAMBAH - JAM TANGAN ORIGINAL
CALL / WHATSAPP or SMS : Maximus +62811824879 - +6285881970849 ( 24 hours open )
email : maximusak@yahoo.com

MaximusRadioControl

Showing posts with label Artikel1. Show all posts
Showing posts with label Artikel1. Show all posts

Monday, March 07, 2016

REFRESHING : BENCHMARK DAN SERTIFIKASI UNTUK AKURASI JAM TANGAN

GENEVA SEAL
Diimplementasikan sejak tahun 1886, dengan 12 kriteria teknikal, Geneval Seal fokus hanya memperhitungkan "technical craftsmanship", finishing, dan estetika dari suatu mesin jam, sehingga kurang memperhitungkan akurasi waktu.
Jam tangan yang telah mendapat sertifikasi Geneva Seal adalah jam tangan yang memiliki mesin dengan finishing dan estetika yang baik, namun belum tentu tepat waktu (akurat).



COSC (Contrôle Officiel Suisse des Chronomètres)
COSC didirikan tahun 1973 dan memiliki 3 laboratorium di kota Biel/Bienne, Geneva dan Le Locle di Swiss. Untuk mendapat sertifikasi chronometer, keakuratan suatu mesin jam harus berada dalam jangkauan antara - 4 s/d + 6 detik per 24 jam untuk jam tangan pria dan - 5 / + 8 detik per 24 jam untuk jam tangan wanita. Mesin jam diukur secara terbuka dan belum terpasang didalam casing, dan diukur dalam 5 posisi berbeda selama 360 jam (15 hari).
COSC hanya memperhitungkan keakuratan waktu tanpa melihat "technical craftsmanship", finishing, dan estetika dari suatu mesin jam. Jadi suatu jam dengan sertifikasi COSC adalah jam yang cukup akurat dalam menunjukkan waktu, namun belum tentu memiliki mesin dengan finishing dan estetika yang baik.



PATEK PHILIPPE SEAL
Patek Philippe baru saja meninggalkan Geneval Seal, dan sejak May 2009 mulai membuat seal sendiri untuk jam tangannya. Salah satu alasan Patek Philippe meningalkan Geneva Seal adalah karena banyak jam tangan yang walaupun telah mendapat sertifikasi Geneva Seal, namun tidak akurat dalam pengukuran waktunya. Dalam beberapa kasus, malahan terdapat banyak complain dengan kecenderungan jam tangan yang cepat rusak dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama sejak dibeli.
Patek Philippe Seal memadukan antara segi “technical craftsmanship”, finishing dan estetika dari suatu mesin jam seperti yang difokuskan oleh Geneval Seal, dengan ketepatan waktu seperti yang diukur oleh COSC.
Mesin jam diukur mula-mula secara terbuka dan tidak didalam casing, kemudian diukur juga ketika berada didalam casing dengan 6 posisi yang berbeda dan dengan menggunakan alat simulator kinetic. Ukuran akurasi final adalah sbb:
A) Caliber dengan diameter 20 mm atau lebih, keakuratan mesin jam harus berada dalam jangkauan - 3 s/d + 2 detik per 24 jam.
B) Caliber dengan diameter lebih kecil dari 20 mm, keakuratan mesin jam harus berada dalam jangkauan - 5 and + 4 detik per 24 jam
C) Jam tangan Patek Philippe dengan mesin tourbillon: Akurasi final harus berada dalam kisaran - 2 s/d + 1 detik per 24 jam.
Penyimpangan (deviasi) antara ukuran rata-rata pada 6 posisi yang berbeda dengan ukuran pada tiap-tiap posisi harus tidak lebih dari 4 detik per 24 jam.
Keakuratan ukuran untuk setiap jam tangan Patek Philippe dengan mesin tourbillon didokumentasikan dengan diterbitkannya sertifikat yang ditandatangani oleh si pembuat jam (watchmaker) dan disertakan dalam setiap penjualan jam tersebut.
Dapat dikatakan bahwa jam tangan yang mendapat sertifikasi Patek Philippe adalah jam tangan dengan finishing dan estetika mesin yang sangat indah sekaligus akurat dalam menunjukkan waktu. Saat ini hanya jam tangan Patek Philippe saja yang akan mendapatkan Patek Philippe Seal dan belum dipastikan apakah Seal ini juga dapat diberikan ke jam tangan merek lainnya.



JAEGER-LECOULTRE MASTER CONTROL 1000 Hours
Jaeger-LeCoultre atau sering disebut JLC memiliki sertifikasi sendiri yaitu Master Control 1000 hours yang diimplementasikan sejak 1992, dimana suatu mesin jam ditest ketika sudah terpasang lengkap didalam casing beserta jarum dan dialnya, layaknya jam tangan yang sudah selesai dibuat dan siap dijual.
Hal ini sangat berbeda dengan standar COSC yang hanya menguji mesin saja, sehingga kemungkinan terdapat perbedaan dalam hal akurasi waktu, ketika mesin sudah dipasang lengkap didalam casing.
Dengan Master Control 1000 Hours, jam tangan ditest selama 1000 jam atau sekitar 41.67 hari (COSC hanya 360 jam atau 15 hari)) dengan 6 posisi yang berbeda (COSC hanya 5 posisi).
Akurasi harus berada dalam kisaran - 1 s/d + 6 detik per 24 jam untuk jam tangan pria dan wanita (COSC – 4 / + 6 detik untuk jam tangan pria dan - 5 / + 8 detik untuk jam tangan wanita).

JLC juga melakukan test atas Power Reserve pada saat jam tangan digunakan secara aktif (heavy user) maupun pada saat jam tidak banyak digunakan secara aktif (low activity). COSC tidak melakukan test ini.
JLC juga melakukan test atas fungsi dan fininshing serta nilai estetika (keindahan) dari suatu mesin jam tangan, sedangkan COSC tidak melakukan test ini. JLC melakukan test benturan (knocking test) pada “balance” mesin jam sedangkan COSC tidak melakukan test ini.

Selain itu, JLC melakukan test atas Water Resistance dimana diwajibkan semua jam memiliki Water Resistant minimal 5 ATM atau 50 meter, sedangkan COSC tidak melakukan test ini karena test dilakukan oleh COSC pada saat mesin jam belum dipasang didalam casing.

Hal lain yang dilakukan oleh JLC adalah melakukan test ketahanan atas kejutan (Shock Resistance test) dengan 20,000 simulasi kejutan-kejutan kecil, hal mana tidak dilakukan oleh COSC.
JLC melakukan test ketahanan suhu (Resistance to thermal test) dengan standar variasi antara 4 derajat s/d 40 derajat Celcius (COSC 8 derajat s/d 38 derajat Celcius).


KESIMPULAN :
- Geneval Seal dengan 12 kriterianya yang ketat memberikan sertifikasi untuk mesin jam tangan dengan fokus hanya melihat pada “technical craftsmanship”, finishing dan estetika (nilai keindahan) dari mesin jam tersebut. Jam tangan dengan sertifikasi Geneva Seal dapat dipastikan memiliki mesin yang sangat halus fisihingnya dan indah, namun belum tentu tepat waktu.

- COSC memberikan sertifikasi hanya dengan memperhitungkan keakuratan waktu saja tanpa peduli dengan finisihing dan keindahan mesin itu sendiri. Mesin dengan sertifikasi Chronometer dari COSC dapat dipastikan cukup akurat dalam menunjukkan waktu tetapi belum tentu memiliki finishing dan nilai estetika yang indah.

- Patek Philippe Seal memadukan antara Geneva Seal dan COSC. Jam tangan dengan sertifikasi Patek Philippe Seal dapat dipastikan memiliki keakuratan waktu yang terjaga dan kualitas mesin dengan finishing dan nila estetika yang indah.

- Jaeger-LeCoultre Master Control 1000 Hours dapat juga dikatakan memadukan antara Geneva Seal dan COSC. Jam tangan produksi Jaeger-LeCoultre dengan sertifikasi Master Control 1000 Hours dapat dipastikan memiliki keakuratan waktu yang sangat terjaga dan kualitas mesin dengan finishing dan nilai estetika yang baik pula.

Jam-jam kelas atas buatan German seperti Lange and Sohne dan Glashutte Original memiliki standar sertifikasi sendiri dengan dibentuknya fasilitas testing di Glashutte Observatory.

Salam akurasi jam tangan,
Maximus

Sunday, September 12, 2010

Testing Proffesional Diving Watch - Citizen JV0055

Testing Citizen Proffesional Diving watch JV0055 into swimming pool.

Maybe this is not her tru environment instead of land of sea, but here I show you how this watch works..

I put this Citizen Diving watch into a water then automaticaly icon start diving begin to show.
Then I put it at the base of the pool, deep about 1,2 meters... watch begin to measure how deep dive, show the water temperature in Celcius (can be set in Fahrenheit) and show how long the diver under the water... And also show date, month and time when diving action.

So when the watch or the diver comes up, automatically all measurement save in a log history..

The result was 1,2 meters deep in water temperature 30,3 degree of Celcius and 5 minutes and 3 seconds dive....

Saturday, June 05, 2010

PAUL NEWMAN n ROLEX DAYTONA

Paul Newman & Rolex Daytona

Photos are collected from the best dedicated Rolex site on the internet : Jake's Rolex Watch Blog:

Dalam dunia jam, mungkin hampir tidak ada seorang tokoh yang sangat erat kaitannya dengan suatu merek dan tipe jam tertentu selain dari Paul Newman dan Rolex Daytona. Dalam artikel ini, akan dibahas salah satu tokoh yang sungguh sangat besar kontribusinya dalam dunia jam, yaitu Paul Newman dan hubungannya dengan Rolex Daytona, sehingga tipe jam yang satu ini sangat kental dengan sosok Paul Newman secara abadi.

Paul Newman (PN) yang memiliki mata biru, terlahir sebagai Paul Leonard Newman pada tanggal 26 Januari, 1925 di (1925-01-26)Shaker Heights, Ohio, Amerika Serikat. PN pernah bertugas di Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) pada Perang Dunia II di medan tempur Pacific.Awalnya ingin menjadi pilot pesawat tempur, tetapi PN tidak lulus tes karena ternyata buta warna, padahal dia memiliki mata berwarna biru. Akhirnya PN bertugas di belakang tempat duduk pilot sebagai radioman dan penembak (gunner) dalam skuadron pengebom torpedo.

PN selama karirnya sebagai aktor film Hollywood, membintangi beberapa film diantaranya berperan sebagai Billy The Kid dalam film The Left Handed Gun tahun 1958. Film-film terkenal lainnya diantaranya adalah The Hustler, Cool Hand Luke, Winning, The Towering Inferno, Butch Cassidy and the Sundance Kid, The Color of Money, The Verdict, Twillight, Message in a Bottle, Where the Money Is, dan Road to Perdition.

Si mata biru Paul Newman

Paul Newman dan istrinya Joanne Woodward bersama anjing kesayangan

Selain itu PN mengisi suara sebagai tokoh Doc Hudson dalam film animasi Cars buatan Disney/Pixar tahun 2006, dan juga sebagai narrator dalam film dokumenter berjudul Dale yang mengisahkan tentang kehidupan dan karir dari Dale Earnhardt yang merupakan seorang pembalap yang menjadi legenda di balapan mobil NASCAR yang meninggal dunia karena mobilnya mengalami tabrakan pada kontes balapan Daytona 500 tahun 2001. PN juga mengisi suara sebagai narrator dalam film dokumenter buatan BBC berjudul The Meerkats yang menceritakan tentang kehidupan binatang Meerkat di padang pasir Kalahari di Afrika bagian Selatan.

Beberapa film yang didukung oleh Paul Newman


Pada tahun 1986 PN, bersama dengan Tom Cruise dan Forest Whitaker, membintangi film The Color of Money arahan sutradara kondang Martin Scorsese. Dalam film tersebut PN berperan sebagai “Fast” Eddie Felson, seorang pemain billiard profesional. Atas perannya tersebut, PN mendapatkan penghargaan tertinggi dalam karirnya sebagai aktor film, yaitu penghargaan Academy Award (Oscar) tahun 1986 sebagai Best Actor.


Film The Color of Money yang dibintangi bersama Tom Cruise dan Forest Whitaker, dimana Paul Newman mendapatkan Academy Award (Oscar) tahun 1986 sebagai Best Actor. Dalam foto tampak dari kiri ke kanan: PN, Tom Cruise, Mary Elizabeth Mastrantinio, dan sutradara kondang Martin Scorsese


Dalam film The Color of Money ini, tampak Paul Newman memakai Rolex Datejust Stainless Steel dengan bracelet Jubilee

Film The Color of Money, dimana Paul Newman bersama Tom Cruise tampak memakai Rolex Datejust Stainless Steel dengan bracelet Jubilee


Dalam foto ini tampak keceriaan para selebriti dari kiri ke kanan: Steve Mcqueen yang memakai Rolex Subamariner Stainless Steel, Paul Newman, Barbra Streisand, Sidney Poitier. Ada yang mengatakan Steve Mcqueen dan Paul Newman adalah adik dan kakak, karena tampang mereka mirip


Dalam foto ini tampak keceriaan Steve McQueen dengan Rolex Submariner Stainless Steel nya (kiri) dan Paul Newman



Selain sebagai aktor film, PN memiliki hobby sebagai pembalap mobil terutama dalam balapan yang diselenggarakan oleh National Association for Stock Car Auto Racing (NASCAR) yang berpusat di Daytona Beach, Florida, Amerika Serikat. Rolex adalah sponsor dari balapan Daytona ini. Selama hidupnya, PN tidak pernah dipakai sebagai iklan Rolex. Lalu muncul pertanyaan darimana munculnya istilah jam Rolex Daytona Paul Newman ini? Hal ini dapat ditelusuri dari film berjudul Winning buatan tahun 1969 yang dibintangi oleh PN, Joanne Woodward (istri kedua PN), dan Robert Wagner yang menceritakan tentang kehidupan seorang pembalap mobil profesional. Dalam film Winning ini, PN memakai jam Rolex Cosmograph Daytona dengan dial Exotic. Istilah Rolex Cosmograph Daytona dengan dial Exotic dan dial Panda ini mengacu pada dial Rolex Cosmograph Daytona yang dipopulerkan oleh PN.

Dari ajang balapan mobil Daytona dan melalui film Winning inilah kemungkinan keterikatan antara PN dengan Rolex, dimana Rolex adalah sponsor dari balapan Daytona, sedangkan PN memiliki hobi sebagai pembalap Daytona. PN gemar memakai Rolex Cosmograph Daytona pada saat mengunjungi balapan Daytona baik sebagai penonton maupun sebagai pembalap. Rolex Daytona yang dipakai oleh PN secara pribadi memiliki ciri khas, yaitu Stainless Steel dengan dial warna hitam maupun putih dengan 3 subdial (bentuknya seperti Panda) yang memiliki warna berbeda dari dialnya, sehingga tampak sangat mecolok dan kontras sekali. Jadi bila dialnya berwarna hitam, maka 3 subdialnya (yang menunjukkan jarum detik, 30 menit, dan12 jam) berwarna putih bulat utuh, begitu pula sebaliknya bila dialnya berwarna putih, maka 3 subdialnya berwarna hitam bulat utuh. Oleh sebab itu juga muncul juga istilah Rolex Daytona Paul Newman dengan Panda Dial. Dial PN seperti ini populasinya lebih sedikit dari Rolex Daytona dengan dial reguler, sehingga nilai pasarnyapun lebih tinggi dari dial reguler.






Paul Newman sangat gemar sekali memakai Rolex Daytona reference 6239 dengan Fat Strap Alligator seperti foto dibawah ini


Rolex Daytona Paul Newman: The Power of Simplicity – Sungguh Anggun Dalam Suatu Kesederhanaan



Dalam salah satu interview dikabarkan bahwa Paul Newman dibelikan jam Rolex Daytona pertamakali oleh istrinya yang juga seorang bintang film Hollywood, Joanne Woodward pada tahun 1972 karena kegemarannya mengikuti balap mobil

Saat ini, apa yang disebut dengan istilah Rolex Daytona dengan dial Exotic atau dial Panda atau dial Paul Newman, adalah semua Rolex Daytona baik Stainless Steel maupun kombinasi dua warna alias Two Tone (kombinasi Stainless Steel dan Yellow Gold) dan juga All Gold (baik yang White Gold maupun Yellow Gold), yang memiliki warna dial yang berbeda/kontras dengan warna 3 subdialnya, dimana warna 3 subdialnya merupakan warna yang solid alias utuh bulat, bukan merupakan warna yang hanya merupakan lingkaran kecil saja disekeliling subdialnya.


Roles Daytona All Yellow Gold Dengan Dial Exotic Paul Newman


Muncul pertanyaan, Rolex Daytona apa saja yang pernah dipakai oleh Paul Newman secara pribadi? Berdasarkan foto-foto dari Jake's Rolex Watch Blog ( http://rolexblog.blogspot.com ), kemungkinan besar Paul Newman memiliki setidaknya 5 Rolex Daytona sebagai berikut:

1. Stainless Steel Daytona, white dial with black subdial, silver bezel ref 6239 dengan fat alligator strap (Exotic/Paul Newman Dial)

2. Stainless Steel Daytona, black dial with white panda, black bezel ref 6241 dengan fat alligator strap, pernah diganti pakai Stainless Steel Oyster bracelet (Exotic/Paul Newman Dial)

3. White Gold Daytona, black dial ref 116519 dengan alligator strap (bukan Exotic/Paul Newman Dial)

4. Stainless Steel Daytona, black dial ref 116520 dengan Stainless Steel Oyster bracelet (bukan Exotic/Paul Newman Dial)

5. Stainless Steel Daytona, white dial with Zenith movement ref 16520 dengan Stainless Steel Oyster bracelet (bukan Exotic/Paul Newman Dial)

Si mata biru Paul Newman terlihat memakai Rolex Daytona Stainless Steel dengan Fat Strap Alligator


Mata biru dan Rolex Daytona – Ciri khas yang menempel pada kharisma seorang Paul Newman


Sekali lagi si mata biru Paul Newman terlihat tampak nyaman sekali dengan Rolex Daytona Stainless Steel dengan Fat Strap Alligator – Luar Biasa ……….


Fat Strap Alligator ini sepertinya sudah merupakan favorit Paul Newman


Rolex Daytona dengan Fat Strap Alligator – Suatu ciri khas dari dua Icon yang tidak terbantahkan: Paul Newman dan Rolex Daytona


Hobby balap di balapan mobil Daytona dengan memakai Rolex Daytona kesayangan pastiya……..



Dengan Rolex Daytona White Dial dengan mesin Zenith El Primero reference 16520 dengan rantai Stainless Steel Oyster (Dial bukan Exotic/Paul Newman Dial)



Dengan Rolex Daytona Exotic Dial

Gaya PN pada saat sedang berpikir... hampir sama dengan saya kalau lagi berpikir... :-)

Menerima Piala pun dengan jam kesayangan Rolex Daytona di tangan


Memberi arahan dengan Pembalap sambil memakai jam Rolex Daytona


Pada saat memakai Rolex Daytona yang memiliki tipe dengan tombol/pusher start/stop dan reset dengan screw button (tipe 116519, tipe 116520, tipe 16520), PN biasanya melepaskan screw nya tersebut., kemungkinan karena beliau adalah pembalap dan hobi menonton balapan mobil, dengan melepaskan screw tersebut, beliau dapat mengukur kecepatan suatu mobil balap dengan cepat. Ini adalah salah satu cirri khas seorang Paul Newman, seperti terlihat foto dibawah ini, screw pusher Rolex Daytona White Gold dengan strap kulit ini dalam keadaan terbuka…….


Kapanpun dan dimanapun berada jamnya selalu Rolex Daytona dengan Exotic Dial yang Sudah menjadi trademark seorang tokoh Paul Newman

Paul Newman tampak memakai Stainless Steel Daytona Modern, Black Dial Reference 116520 dengan rantai Stainless Steel Oyster Bracelet (Dial bukan Exotic/Paul Newman Dial)



Menjelang tua pun, Paul Newman tetap mencintai balap mobil Daytona dan memang sungguh merupakan penggemar sejati Rolex Daytona – Ciri khas yang sudah melekat dalam diri Paul Newman dan Rolex Daytona dalam keabadian sejati………..



Makin tua makin gagah saja dengan Rolex Daytona Black Exotic Dial dengan Fat Strap Alligator maupun Rantai Stainless Steel Oyster. Sepertinya Paul Newman memiliki alat Untuk mengganti Strap/Rantai dan dapat menggantinya sendiri…….


Karena kemungkinan besar punya alat dan bisa mengganti Strap/Rantai sendiri, Paul Newman tampak nyaman memakai Rolex Daytona dengan rantai Jubilee………..


Pada foto ini tampak Paul Newman, menjelang sebelum meninggal dunia karena sakit kanker paru-paru, karena kecintaannya pada dunia balap mobil, menyempatkan diri mengunjungi balapan mobil Daytona dengan memakai Rolex Daytona White Gold Black Dial dengan Strap Alligator hitam (Bukan Exotic/Paul Newman Dial)



PN yang merupakan penggemar sejati dari Rolex Daytona, merupakan seorang perokok berat dan akhirnya meninggal dunia pada umur 83 tahun pada tanggal 26 September, 2008 di Westport, Connecticut, Amerika Serikat setelah menderita kanker paru-paru. Jasadnya kemudian dikremasikan.

PN bersama sang istri Joanne Woodward mendirikan Newman's Own, sebuah perusahaan makanan pada tahun 1982, sungguh sangat memiliki hati yang baik dan ikut membantu usaha-usaha kemanusiaan. Hal ini setidaknya terlihat dari sumbangan yang diberikan oleh perusahaan Newman’s Own kepada yayasan kemanusiaan dan anak-anak (charity) yang sampai Oktober 2008, tercatat telah memberikan sumbangan lebih dari US $280 juta.

Paul Newman tampak ceria dalam membantu yayasan kemanusiaan dan anak-anak


Salah satu produk dari Newman’s Own


Walaupun telah tiada, namun hasil karya dan sumbangsih Paul Newman masih melekat di hati umat manusia, baik dalam dunia balapan mobil, dunia jam, sampai yayasan kemanusiaan dan anak-anak dunia……..sampai-sampai balapan mobil Daytona dan Rolex Daytona memiliki keterikatan yang tidak terpisahkan dengan sosok Paul Newman. Terima kasih Paul Newman……..


Friday, January 15, 2010

KOMPETISI KETEPATAN WAKTU

Kompetisi Ketepatan Waktu

Kompetisi ketepatan waktu untuk jam tangan mekanik dengan nama Chronometrie 2009 diadakan baru-baru ini untuk memperingati 50 tahun Museum Jam (Musée d’horlogerie du Locle au Château des Monts) yang ada di kota Le Locle, Swiss. Kompetisi ini diadakan di bulan September 2009 dan merupakan kompetisi pertama sejak terakhir kalinya diadakan di Neuchâtel observatory pada tahaun 1972.

Total terdapat 16 jam tangan merek ternama yang mengikuti kompetisi ini, dimana semua adalah jam tangan buatan negara Eropa dan tidak ada jam Jepang yang mengikuti kompetisi ini. Kompetisi diadakan selama 45 hari di dua tempat yaitu di Chronometer-Testing Institute, COSC, di kota Biel, Swiss dan di Besançon Observatory di Perancis. Karena sangat ketatnya testing, 6 jam tangan tereliminasi dan hanya 10 jam tangan yang berhasil menyelesaikan kompetisi. Karena sangat sensitive, hasil kompetisi tersebut dijaga kerahasiaannya sejak berakhirnya kompetisi tersebut di akhir bulan Oktober 2009. Akhirnya hasil kompetisi dipublikasikan secara resmi di Museum Jam di kota Biel, Swiss pada 3 Desember 2009.

Tidak seperti kompetisi sebelumnya yang terakhir diadakan tahun 1972, pada kompetisi Chronometrie 2009 ini, pengukuran melibatkan pengujian kehandalan (reliability tests) dimana pada jam tangan dilakukan pengujian kejut (shocks) dan pengujian terhadap medan magnet (magnetic fields) yang biasa dialami pada saat jam tangan digunakan sehari-hari.Pengujian berdasarkan pada norma international chronometer ISO 3159, yang dibagi menjadi 3 sesi, masing-masing15 hari, dimulai dari sesi pertama pengujian di Besançon Observatory, Perancis, dan dilanjutkan pada sesi kedua dan ketiga yang masing-masing diadakan di Chronometer-Testing Institute, COSC, di kota Biel, Swiss.

Total testing dilakukan selama 45 hari. Jam tangan diuji dengan mesin sudah terpasang secara lengkap di casing jam tangan tersebut (cased-up). Hal yang menarik adalah bahwa kompetisi ini dilakukan agak berbeda dengan metoda yang biasanya dilakukan oleh COSC dalam memberikan sertifikasi chronometer, dimana test dilakukan dengan mesin dalam keadaan tidak terpasang di casing jam tangan tersebut (hanya mesin saja).

Dari kompetisi Chronometrie 2009 ini, 2 jam tangan dengan merek Jaeger-LeCoultre menjadi juara pertama dan kedua. Juara pertama adalah Jaeger-LeCoultre Master Tourbillon dengan mesin Calibre 978 yang memperoleh nilai 909 dari total nilai sempurna yaitu 1000. Mesin Calibre 978 pada Jaeger-LeCoultre Master Tourbillon ini selama kompetisi berjalan lebih cepat rata-rata sebanyak 0.13 detik per hari, atau kurang dari 47.5 detik dalam setahun. Penyimpangan yang terjadi tidak lebih dari 0.28 detik per hari. Caliber 978 ini memiliki 302 komponen dengan 1 barrel, 33 jewels, 28800 vph, dan 48 jam power reserve. Jaeger-LeCoultre Master Tourbillon ini tersedia dalam casing stainless steel, platinum, dan pink gold.

Jaeger-LeCoultre Master Tourbillon menggunakan silicon escapement, sehingga memiliki akurasi yang lebih baik dari semua jam tangan yang mengikuti kompetisi ini. Escapement adalah suatu alat yang berfungsi merubah gerakan berputar (rotasi) menjadi gerakan maju mundur (back and forth motion) yang biasanya dapat didengar pada jam tangan mekanik dengan bunyi khas “tick-tock”.

Juara kedua adalah Jaeger-LeCoultre Reverso Gyrotourbillon 2 dengan mesin Calibre 174 yang memperoleh nilai 908 dari total nilai sempurna 1000. Nilai yang diperoleh sangat beda tipis dengan juara pertama. Mesin Gyrotourbillon yang menggunakan multi-axis dengan helical mainspring menunjukkan gerakan konstan yang sangat luar biasa antara posisi vertical dan horizontal, dengan penyimpangan yang terjadi tidak lebih dari 0.28 detik per hari selama 3 sesi (45 hari) di kompetisi tersebut. Caliber 174 ini memiliki 373 komponen dengan 1 barrrel, 58 jewels, 28800 vph, dan 50 jam power reserve. Jaeger-LeCoultre Reverso Gyrotourbillon 2 ini hanya tersedia dalam casing Platinum.

Sebagai perbandingan, menurut standar COSC, suatu jam tangan akan diberikan sertifikasi Chronometer apabila ketepatan waktunya berada dalam jangkauan antara - 4 s/d + 6 detik per hari untuk jam tangan pria (- 24.33 menit s/d + 36.5 menit per tahun) dan - 5 / + 8 detik per hari (- 30.42 menit s/d + 48.67 menit per tahun) untuk jam tangan wanita. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang dicapai oleh Jaeger-LeCoultre Master Tourbillon dengan mesin Calibre 978 sungguh sangat luar biasa, dengan kelebihan waktu rata-rata hanya sebanyak 0.13 detik per hari, atau kurang dari 47.5 detik dalam setahun !!

Dengan juara pertama dan kedua dikuasai oleh jam tangan dengan mesin Tourbillon, maka hal ini menunjukkan bahwa efek mesin Tourbillon terhadap ketepatan waktu adalah sangat berpengaruh, dimana efek dari Tourbillon tersebut dapat meminimalkan efek gravitasi bumi yang mempengaruhi mesin jam tangan pada saat dipakai dalam berbagai macam posisi, sehingga membuat jam tangan tersebut menjadii lebih akurat.

Dalam kompetisi ini juga diberikan hadiah bagi pembuat jam independent, yang dimenangi oleh Mr. René Addor, dengan jam yang dibuatnya mendapat nilai 795 dari total nilai sempurna 1000, sehingga secara total berada di urutan ke 7 dari 10 jam tangan yang berhasil mengikuti kompetisi samapai selesai. (total 16 jam tangan, 6 tereliminasi).

Kompetisi Chronometrie 2009 hanya diikuti oleh jam tangan dari negara-negara Eropa. Dari 16 jam tangan yang mengikuti kompetisi ini, 6 tereliminasi. Dari 6 jam tangan yang tereliminasi, 5 tereliminasi pada berbagai tahapan tes karena hasil yang dicapai berada diluar peraturan yang dipersyaratkan(Dari 5 jam tangan tersebut, 1 mengalami kegagalan setelah hanya menjalani 2 tahapan saja). Sementara, 1 jam tangan lainnya mengalami kegagalan setelah pegasnya (spring) rusak. Hanya pemenangnya saja yang diumumkan, hasil yang lainnya dirahasiakan karena menyangkut reputasi merek, sehingga kita tidak dapat mengetahui dengan pasti jam tangan mana saja yang bermasalah.

Kompetisi berikutnya dijadwalkan akan diadakan pada tahun 2011, dan rencananya akan diikuti oleh pembuat jam dari negara-negara lain seperti Jepang. Masih banyak waktu dari sekarang sampai dengan tahun 2011. Sungguh sangat menarik untuk menyimak dan mengikuti perkembangan dalam dunia horology ini……..mencermati apa yang dapat dilakukan oleh si pembuat jam tangan (watchmaker), dengan mengeluarkan desain mesin jam tangan yang tercanggih dan menggunakan komponen-komponen yang terbaik sehingga dapat menghasilkan jam mekanik yang sangat akurat………Sungguh sangat menarik untuk melihat kompetisi berikutnya diikuti oleh jam tangan merek Jepang seperti Seiko……Mari kita tunggu pertarungan antara jam tangan Jepang vs Swiss…….

Berita dapat dilihat disini:

http://horomundi.com/forums/main/read.php?2,10188,10188#msg-10188

http://professionalwatches.com/2009/12/jaeger-lecoultre_wins_two_awar.html#more

Video dapat dilihat disini: www.chronometrie2009.ch

Juara Pertama Chronometrie 2009 : Jaeger-LeCoultre Master Tourbillon

Mesin Calibre 978

Sertifikasi Juara Pertama dengan nilai 909 diperoleh Jaeger-LeCoultre Master Tourbillon Calibre 978

Juara Kedua Chronometrie 2009: Jaeger-LeCoultre Reverso Gyrotourbillon 2




Mesin Calibre 174




Pemenang Jam Tangan Independent : M. René Addor



Tempat Chronometrie 2009 di Musée d’horlogerie du Locle au Château des Monts di kota Le Locle, Swiss



Jam Tangan Peserta Chronometrie 2009












Sang Juara 1 dan 2



Salah satu test yang menggunakan tangan robot yang dapat melakukan test kejut (shock) sebanyak 25 kali pada 10 posisi yang berbeda, sehingga terdapat 250 shocks secara totall. Video dapat dilihat disini: www.chronometrie2009.ch



Suasana Menjelang Pengumuman Hasil Chronometrie 2009